Dampak Hukuman Mati terhadap Pencegahan Kejahatan Narkoba

Hukuman Mati Narkoba: Deteren Kuat atau Sekadar Gema di Rimba Kejahatan?

Hukuman mati untuk kejahatan narkoba seringkali dipandang sebagai senjata pamungkas dalam upaya pencegahan. Argumen utamanya adalah bahwa ancaman kehilangan nyawa akan memberikan efek jera yang tak tertandingi, sehingga menakuti calon pelaku dan memutus mata rantai peredaran. Logikanya sederhana: jika harga yang dibayar adalah nyawa, maka risiko tersebut akan terlalu besar untuk diambil, bahkan oleh para pengedar paling nekat sekalipun.

Namun, bukti empiris menunjukkan gambaran yang lebih kompleks dan seringkali kontradiktif. Studi-studi seringkali gagal menunjukkan korelasi langsung dan signifikan antara penerapan hukuman mati dan penurunan angka kejahatan narkoba secara drastis. Pelaku kejahatan narkoba seringkali beroperasi di bawah dorongan keuntungan besar, keputusasaan ekonomi, atau paksaan sindikat yang terorganisir, di mana risiko tertangkap, apalagi dieksekusi, seringkali dianggap sebagai bagian dari "risiko bisnis" yang sudah diperhitungkan atau bahkan diremehkan.

Selain itu, hukuman mati tidak menyentuh akar permasalahan seperti permintaan narkoba yang tinggi, kemiskinan, atau lemahnya penegakan hukum di tingkat operasional yang membiarkan sindikat berakar kuat. Sindikat narkoba sangat adaptif; hilangnya satu anggota kunci bisa dengan cepat digantikan oleh yang lain. Oleh karena itu, efektivitas hukuman mati sebagai deteran tunggal dipertanyakan jika tidak diiringi dengan strategi pencegahan dan pemberantasan yang komprehensif, mulai dari pendidikan, rehabilitasi, hingga pemutusan jaringan suplai secara menyeluruh dan penegakan hukum yang konsisten.

Singkatnya, meski hukuman mati memiliki daya gertak yang kuat secara psikologis, efektivitasnya sebagai satu-satunya atau deteran utama terhadap kejahatan narkoba masih menjadi subjek perdebatan sengit. Kejahatan narkoba adalah masalah multifaset yang memerlukan solusi multifaset pula, tidak hanya bergantung pada ancaman hukuman terberat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *