Berita  

Dampak Perubahan Iklim pada Produksi Pertanian Nasional

Panen Terancam, Pangan Terguncang: Perubahan Iklim Menghantam Pertanian Nasional

Indonesia, sebagai negara agraris, sangat bergantung pada sektor pertanian untuk ketahanan pangan dan kesejahteraan jutaan penduduknya. Namun, ancaman tak kasat mata kini semakin nyata: perubahan iklim. Fenomena global ini memberikan dampak serius dan langsung pada produksi pertanian nasional, mengancam pasokan pangan dan stabilitas ekonomi.

Dampak Utama yang Terasa:

  1. Pola Cuaca Ekstrem dan Ketersediaan Air: Perubahan pola curah hujan menjadi inti masalah. Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah, menyulitkan irigasi dan menghambat pertumbuhan tanaman. Sebaliknya, musim hujan ekstrem menyebabkan banjir bandang, merusak lahan pertanian dan memicu gagal panen. Ketidakpastian ini membuat petani sulit merencanakan masa tanam dan panen.

  2. Suhu Meningkat dan Serangan Hama Penyakit: Peningkatan suhu rata-rata memicu stres panas pada tanaman, mengurangi kualitas dan kuantitas hasil panen. Lebih lanjut, suhu yang lebih hangat menciptakan lingkungan ideal bagi perkembangbiakan hama dan penyakit baru atau yang sebelumnya terkendali, seperti wereng atau blast, yang berarti biaya produksi meningkat dan potensi kerugian semakin besar.

  3. Degradasi Lahan dan Intrusi Air Laut: Banjir dan kekeringan berkepanjangan mempercepat degradasi tanah, mengurangi kesuburan lahan pertanian secara drastis. Di wilayah pesisir, kenaikan permukaan air laut menyebabkan intrusi air asin ke lahan pertanian, terutama sawah, menjadikannya tidak produktif dan mengancam sentra produksi pangan di daerah tersebut.

Konsekuensi Nasional:

Dampak-dampak ini secara kolektif mengancam pasokan pangan nasional, menaikkan harga komoditas, dan menggoyahkan mata pencarian jutaan petani. Potensi krisis pangan dan inflasi menjadi bayang-bayang yang harus diwaspadai. Menghadapi tantangan perubahan iklim bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian dan ketahanan pangan Indonesia di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *