Seberapa Aman Mobil Tua di Era Teknologi Modern?

Mobil Tua di Jalan Modern: Pesona Klasik vs. Realitas Keselamatan

Ada pesona tak terbantahkan dari mobil tua. Desain ikonik, sejarah yang melekat, dan sensasi berkendara yang murni seringkali memikat hati. Namun, di tengah hiruk pikuk lalu lintas modern yang dipenuhi teknologi canggih, pertanyaan krusial muncul: seberapa aman mobil tua di era sekarang?

Jawabannya singkat dan jelas: secara objektif, mobil tua jauh kurang aman dibandingkan kendaraan modern.

Mitos "dibangun seperti tank baja" seringkali menyesatkan. Meskipun bodi mobil tua mungkin terasa solid, desainnya tidak ditujukan untuk menyerap energi benturan secara efektif. Mobil modern dirancang dengan zona crumple yang cerdas, yang secara sengaja hancur untuk menyerap dan mendistribusikan energi tabrakan, melindungi penumpang di dalam kabin yang diperkuat. Mobil tua, sebaliknya, cenderung meneruskan benturan langsung ke penumpang.

Selain itu, fitur keselamatan pasif dan aktif yang menjadi standar di mobil modern hampir sepenuhnya absen pada mobil tua:

  1. Keselamatan Pasif:

    • Kantung Udara (Airbag): Hampir tidak ada atau sangat terbatas pada model awal.
    • Sabuk Pengaman: Seringkali hanya dua titik atau tanpa teknologi pre-tensioner dan load limiter yang menahan tubuh dengan optimal saat benturan.
    • Struktur Kabin: Kurang diperkuat untuk menahan deformasi ekstrem.
  2. Keselamatan Aktif (Pencegahan Kecelakaan):

    • ABS (Anti-lock Braking System): Mencegah roda terkunci saat pengereman mendadak.
    • ESC (Electronic Stability Control) & Traction Control: Membantu menjaga kendali kendaraan di kondisi sulit.
    • ADAS (Advanced Driver-Assistance Systems): Seperti pengereman darurat otomatis, peringatan titik buta, atau peringatan jalur – semua ini tidak ada di mobil tua.

Di era lalu lintas padat, kecepatan tinggi, dan pengemudi yang semakin terdistraksi oleh gawai, absennya fitur-fitur ini menjadi sangat signifikan. Kemampuan mobil tua untuk menghindari kecelakaan atau melindungi penumpangnya saat terjadi tabrakan jauh tertinggal dibandingkan standar keselamatan masa kini.

Kesimpulan:
Menikmati mobil tua adalah hobi yang indah, namun penting untuk menyadari keterbatasan keselamatannya. Mobil tua menuntut tingkat kewaspadaan, kehati-hatian, dan keahlian mengemudi yang jauh lebih tinggi dari pengemudinya. Jika Anda memilih berkendara dengan mobil klasik, pahami risikonya dan prioritaskan pemeliharaan optimal serta gaya mengemudi defensif untuk mengkompensasi absennya teknologi keselamatan modern.

Exit mobile version